Di Jerman Dan Belanda Nokia 1100 Dihargai 300 Juta
Selasa, 17 Juli 2012
Sebuah telepon genggam
berteknologi mutakhir seharga
puluhan juta rupiah bukanlah
sesuatu yang aneh lagi zaman
sekarang. Namun di Jerman dan
Belanda, telepon genggam Nokia
produksi tahun 2003 dengan
layar monochrome (tidak
berwarna) dan nada dering
monophonic justru dicari untuk
dibeli lebih dari Rp300 juta.
Setelah diselidiki ternyata Nokia
1100 sedang diincar oleh para
pelaku tindak kejahatan. Tak
tanggung-tanggung, telepon
genggam yang harga resminya
hanya ratusan ribu rupiah
tersebut kini ditawar hingga
Rp363 juta.
Hasil investigasi polisi
melaporkan bahwa telepon
genggam tersebut ternyata satu-
satunya seri telepon genggam
yang dapat dimodifikasi dan
digunakan untuk mendukung
tindak kejahatan finansial online
mereka.
Kepolisian setempat yang bekerja
sama dengan sebuah badan
investigasi menyatakan bahwa
pelaku mampu mendapatkan
ribuan username lengkap dan
password dari beberapa
rekening bank online di Jerman
dan Belanda. Hal tersebut dapat
terjadi karena pelaku
memanfaatkan kebijakan
transaksi finansial online di
kedua negara tersebut yang
mewajibkan setiap nasabahnya
untuk mengirimkan sebuah kode
rahasia melalui layanan pesan
singkat (SMS).
SMS berisi kode rahasia
tersebutlah yang kemudian
dapat disadap oleh pelaku
dengan menggunakan Nokia
1100 yang telah dimodifikasi.
Selanjutnya tidak sulit lagi bagi
para pelaku untuk mampu
mendapatkan berbagai informasi
tambahan, seperti username dan
password yang setelahnya
tentunya akan membuat mereka
mampu mentransfer sejumlah
dana ke suatu rekening.
Investigasi lebih lanjut
mengungkapkan bahwa tidak
seluruh Nokia 1100 dapat
melakukan hal tersebut. Dari 200
juta unit yang telah terjual di
seluruh dunia, hanya yang
diproduksi di pabrik Nokia di
Bochum, Jerman saja yang berisi
software yang sangat berharga
tersebut. Selain itu Nokia 1100
juga dapat diprogram untuk
menggunakan nomor telepon
genggam orang lain.
by : berbagi pengetahuan menarik
Langganan:
Postingan (Atom)


